PANDEGLANG | Kesabaran warga Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, tampaknya sudah habis. Setelah mengaku menunggu pembangunan jalan selama puluhan tahun tanpa hasil, warga akhirnya turun tangan membangun jalan secara swadaya melalui gotong royong.
Aksi warga itu viral di media sosial. Puluhan warga terlihat memasang paving blok di ruas jalan yang menghubungkan Kelurahan Pagerbatu, Kelurahan Cilaja, hingga Kampung Cicadas, Kelurahan Pandeglang. Jalan tersebut menjadi akses penting masyarakat, termasuk menuju kawasan wisata religi di Pagerbatu.
Salah seorang tokoh pemuda Pagerbatu, Bang Rey, mengatakan warga terpaksa bergerak sendiri karena pembangunan jalan yang selama ini diharapkan tak kunjung terealisasi.
“Sejak Pak Dimyati menjadi bupati waktu itu sampai sekarang belum ada pembangunan jalan lagi. Mungkin dari pihak kelurahan sudah beberapa kali mengajukan, tetapi belum juga direalisasikan,” kata Rey kepada wartawan di sela kegiatan, Minggu (19/7/2026).
Menurut Rey, pembangunan jalan dengan paving blok selebar tiga meter dan sepanjang lebih dari 100 meter merupakan hasil musyawarah warga dari tiga wilayah, yakni Kelurahan Pagerbatu, Kelurahan Cilaja, dan Kampung Cicadas, Kelurahan Pandeglang.
Ia menegaskan, gotong royong bukan kali pertama dilakukan warga. Hampir setiap tahun masyarakat bergotong royong melakukan perbaikan jalan secara swadaya agar akses tetap bisa dilalui.
“Pada Rabu (15/7) kami bersama RT dan RW dari tiga wilayah mengadakan musyawarah untuk pelaksanaan pembangunan. Alhamdulillah seluruh warga ikut turun bergotong royong memasang paving blok,” ujarnya.
Rey menyebut aksi tersebut juga menjadi bentuk penyampaian aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Bahkan, kegiatan gotong royong itu diunggah ke media sosial agar pemerintah melihat langsung kondisi infrastruktur yang dikeluhkan warga.
“Dari dulu harapan masyarakat hanya satu, jalan ini dibangun. Sudah beberapa kali disampaikan kepada anggota dewan dari Dapil I Pandeglang, tetapi sampai sekarang hanya sebatas janji,” ucapnya.
Material paving blok, lanjut Rey, telah didatangkan sejak dua hari sebelumnya. Seluruh biaya pembangunan berasal dari hasil swadaya masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, Camat Majasari Muhtadi belum memberikan keterangan terkait aksi swadaya warga tersebut. Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang juga belum memberikan tanggapan meski telah diupayakan konfirmasi.***
Penulis: Red



















